Postingan

Yang Masih Menganggap Pacaran Itu Perlu, Baca Ini Dulu

Sebagian besar orang mungkin setuju dengan pacaran. Akan muncul banyak pendapat seperti : Pacaran adalah proses mengenal satu sama lain. Pacaran bisa menambah semangat. Kalau ingin menikah ya pacaran dulu, agar tidak beli kucing dalam karung. Ditambah lagi stigma yang muncul di masyarakat bahwa pacaran adalah langkah awal menuju pernikahan.      Saya yakin masih banyak pendapat pro yang lain. Namun di sini ijinkan saya menyampaikan sudut pandang saya juga.  Menurutmu pacaran itu perlu? Itu tandanya imanmu lemah     Sebelumnya saya mohon maaf jika kalimat di atas menyinggung perasaan kamu. Tapi hal itu memang benarlah adanya. Jika kamu menganggap pacaran itu adalah langkah awal menuju pernikahan, hal itu tidak selamanya benar. Saya tahu sudut pandang ini tidak mudah untuk diubah mengingat budaya yang berlaku berkata demikian.      Saya mengajak kamu untuk mencari tempat yang nyaman, duduk sejenak, tenangkan pikiran, tarik napas ...

Perbedaan : Jurang yang Menyatukan

Dunia ini diciptakan dengan banyak perbedaan. Siang-malam, baik-buruk, hitam-putih, laki-laki - perempuan dan masih banyak lagi. Namun jika dilihat dari sudut pandang yang lain, perbedaan itu justru saling melengkapi dan menyatukan.  Bayangkan jika satu hari hanya ada siang. Dalam 24 jam selalu disinari matahari tanpa henti. Pasti akan panas, haus, dan gerah. Pun sebaliknya.  Begitu halnya dengan hubungan pernikahan. Pria dan wanita sangatlah banyak perbedaan. Dari namanya saja sudah berbeda. Perbedaan yang lain sangatlah banyak. Mulai dari perbedaan fisik, cara berpikir, hormon, karakter dan masih banyak lagi. Jika kamu mempunyai pasangan yang memiliki banyak persamaan denganmu, (sama-sama suka nasi goreng, sama-sama suka nonton film) pasti dibalik itu kalian memiliki lebih banyak perbedaan.  Perbedaan layaknya jurang yang memisahkan. Menimbulkan konflik dan pertengkaran. Merenggangkan jarak. Menjauhkan kehangatan dan keharmonisan. Hal itu bisa terjadi jika salah satu da...

Satu Kendaraan, Satu Pengemudi

Setiap kendaraan hanya mempunyai satu pengemudi. Pesawat yang mempunyai dua alat kemudi pun hanya dikendalikan oleh satu pengemudi bernama pilot. Orang yang duduk di samping pilot dinamakan co-pilot. Dan jika dalam keadaan darurat, seorang pilot bisa mengemudikan pesawat sendirian.  Tak terbayang apa yang terjadi jika ada kendaraan yang mempunyai dua pengemudi. Selain tujuannya bisa berbeda, pengoperasian kendaraan pun bisa berbeda pula. Dan itu berbahaya.  Perihal kendaraan dan pengemudi tak beda halnya dengan rumah tangga. Jika kamu tinggal bersama orang tuamu, pasti ada salah satu dari mereka yang “mengemudikan” kendaraan yang bernama rumah tangga. Dan satu orang tua yang lain bertugas sebagai navigator.  Sebagian  besar pengemudi rumah tangga adalah seorang Ayah. Dia yang memegang semua kendali kendaraan. Mulai dari setir kemudi, gas, maupun rem.  Walaupun seorang Ayah bisa mengendarai kendaraannya sendirian, namun akan lebih lengkap jika didampingi oleh seo...