Yang Masih Menganggap Pacaran Itu Perlu, Baca Ini Dulu
Sebagian besar orang mungkin setuju dengan pacaran. Akan muncul banyak pendapat seperti : Pacaran adalah proses mengenal satu sama lain. Pacaran bisa menambah semangat. Kalau ingin menikah ya pacaran dulu, agar tidak beli kucing dalam karung. Ditambah lagi stigma yang muncul di masyarakat bahwa pacaran adalah langkah awal menuju pernikahan.
Saya yakin masih banyak pendapat pro yang lain. Namun di sini ijinkan saya menyampaikan sudut pandang saya juga.
Menurutmu pacaran itu perlu? Itu tandanya imanmu lemah
Sebelumnya saya mohon maaf jika kalimat di atas menyinggung perasaan kamu. Tapi hal itu memang benarlah adanya. Jika kamu menganggap pacaran itu adalah langkah awal menuju pernikahan, hal itu tidak selamanya benar. Saya tahu sudut pandang ini tidak mudah untuk diubah mengingat budaya yang berlaku berkata demikian.
Saya mengajak kamu untuk mencari tempat yang nyaman, duduk sejenak, tenangkan pikiran, tarik napas yang dalam, dan renungkan pertanyaan saya ini. Kita, sebagai manusia bagaimana caranya kita tercipta di dunia ini? Yap, betul. Tuhan semesta alamlah yang menciptakan kita. Dia jugalah yang menciptakan dunia beserta seisinya termasuk manusia. Termasuk kita. Kita adalah ciptaanNya.
Pertanyaan kedua. Siapakah yang mengetahui jati diri kita sebenarnya? Apakah kamu mengetahui siapa dirimu sebenarnya? Apakah kamu mengetahui apa kelebihanmu? Apa kelemahanmu? Apa sisi gelapmu? Mungkin kamu mengetahui siapa dirimu. Namun saya yakin, kamu sebenarnya masih mencari jati dirimu.
Jadi, apa jawaban untuk pertanyaan kedua? Siapakah yang mengetahui siapa kita seutuhnya? Yappp…kamu betul. Sang Pencipta. Tuhan semesta alam. Hanya dialah yang mengetahui siapa kita seutuhnya. Karena Dialah yang menciptakan kita. Hanya Dia yang paling tahu jati diri kita. Apa yang kita suka, apa kelemahan dan kelebihan kita. Apa passion kita. Apa alasan kita diciptakan di dunia ini. Sampai siapa jodoh kita.
Jadi apakah pacaran itu perlu? Kalau kamu masih menjawab iya, itu tandanya kamu tidak percaya dengan Sang Pencipta. Percayalah bahwa Dia sudah menyiapkan satu orang yang akan menjadi jodohmu. Namun itu juga bukan berarti kamu hanya berpangku tangan dan menunggu keajaiban. Tetaplah berusaha menjemput jodohmu itu. Bukan dengan cara pacaran yang erat dengan dosa, melainkan dengan memantaskan diri.
Oleh karena itu. Jika kamu sudah siap menikah, berdoalah kepadaNya. Semakin mendekatlah kepadaNya. Dan percayakan kepadaNya seutuhnya. Siapa pun insan yang menjadi pasanganmu adalah memang jodohmu. Dia lah orang terbaik yang akan menemani sisa hidupmu. Karena pasanganmu adalah pilihanNya. Bukan pilihanmu. Dan pilihaNya adalah yang terbaik. Karena Dialah yang menciptakan kita. Dia yang Maha Mengetahui.
Fitur-Fitur Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia dilengkapi dengan fitur-fitur yang tidak ada di makhluk lain. Sebagai contoh, malaikat diciptakan tanpa nafsu. Oleh karena itu malaikat sangatlah taat pada perintahNya. Hewan diciptakan dengan nafsu tapi tanpa akal. Mereka tak peduli makan di mana, kencing di mana, buang kotoran di mana, bahkan maaf mereka tak peduli kawin di mana. Hawa nafsulah yang menyetir mereka.
Nah, manusia dibekali semuanya. Akal, pikiran, logika, perasaan, emosi sampai nafsu. Semua fitur tersebut bisa menjadi harmoni jika bisa mengendalikan dan menggunakannya. Namun bisa juga menjadi bencana jika tidak bisa mengendalikannya.
Saya yakin kamu pernah mempunyai atau bahkan sekarang mempunyai keponakan yang umurnya di bawah 5 tahun. Bayangkan apa yang terjadi jika keponakanmu tersebut dikasih pisau sebagai mainannya. Hal itu sangatlah berbahaya karena pisau bisa melukai tubuhnya. Kenapa pisau bisa melukai tubuhnya? Karena keponakanmu tersebut masih belum bisa mengendalikan dan menggunakan pisau.
Hal ini juga terjadi dengan hawa nafsu. Pacaran membutuhkan pengendalian hawa nafsu yang ekstra terutama nafsu birahi. Jika kamu tidak bisa mengendalikan hawa nafsu tersebut, dosa yang akan terjadi. Awalnya dosa kecil, lama kelamaan dosa besar akan kamu perbuat. Naudzubillah.
Pacaran yang niatnya sebagai pengenalan dan pendalaman karakter satu sama lain. Namun mau tidak mau, suka tidak suka nafsu birahi akan muncul. Tiba-tiba ada hasrat untuk memandang pasanganmu lebih lama, ada keinginan untuk mencubitnya, memegang tangannya, dan kelanjutannya kamu pasti mengetahuinya.
Hal itu wajar terjadi karena nafsu birahi muncul karena berinteraksi dengan lawan jenis. Seperti halnya dengan nafsu makan. Jika kamu merasa sangat lapar, tidak makan dari pagi, pasti kamu akan menyantap makanan apa pun yang ada di depanmu. Yang penting bisa mengisi perut. Itu adalah hal yang lumrah karena manusia memiliki fitur insting dan naluri. Sama seperti hewan. Yang membedakan hewan dan manusia adalah akal dan pengendalian nafsu tersebut. Jika ada manusia yang tidak bisa mengendalikan nafsu, maka manusia tersebut tak ada bedanya dengan hewan.
Kesimpulan
Pacaran terbukti menimbulkan lebih banyak hal negatif daripada hal positif. Lebih banyak dosa yang akan terjadi. Selain itu untuk mengendalikan nafsu birahi, dibutuhkan pribadi yang dewasa, matang dan cukup umur.
Jika kamu masih merasa labil, belum dewasa, dan dirasa belum bisa mengendalikan nafsu birahi, maka jauhilah lawan jenismu. Jauhilah pacaran.
Jika kamu sudah siap untuk membina rumah tangga, maka semakin mendekatlah dengan Sang Pencipta. Mintalah kepadanya untuk mendekatkan dan memudahkan kamu bertemu dengan jodohmu. Sementara menunggu hal itu terwujud, pantaskanlah dirimu. Perbaiki dirimu menjadi pribadi yang lebih baik. Rajinkan ibadahmu, tambahlah ilmu pengetahuanmu, perbanyak tirakatmu, perbaiki perilakumu. Karena jodohmu adalah cerminan dari dirimu.
Tak perlu khawatir lagi tentang membeli kucing dalam karung. Jika kamu percayakan jodohmu kepadaNya, kamu akan dipilihkan satu kucing terbaik untuk dirimu tanpa kamu perlu melihatnya dan memilihnya.
Komentar
Posting Komentar